127

1128 Words

Amel menghentakan kaki. Niatnya kan kabur, tapi kenapa malah sampai di rumah. Astaga! Amel benar-benar mengagumi kepandaian otak udangnya. Bukannya pergi sejauh mungkin malah setor diri. Merasa kesal, Amel menghempaskan diri ke sofa ruang keluarga. Tadi ia sempat ke kamar demi berpikir sejenak tentang kebodohannya. "Ck! Enak aja mau kawin lagi. Sorry ye! Gue sih tipe bini nggak mau dimadu!"  "Mbak.. Mbak.." panggil Amel melihat Resti menuruni tangga rumah mereka. "Pinjem hp bentar Mbak." Pintanya membuat Resti merogoh sling bag yang gadis itu kenakan.  "Hp mama emang kenapa?"  "Di mobil sama Darmanto. Mama kabur tadi." Adu Amel membuat Resti hanya ber-oh-ria. Gadis itu tak mau banyak kata demi mengomentari aksi unik mamanya.  Aku kabur nggak usah kamu cari! Tolong bayarin ut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD