135

1268 Words

 “Loh ini malah kenapa pada nangis kejer gini kalian?!” “Huwaaaaa!!” Tangis Amel semakin menjadi melihat keberadaan Hanggono. Cairan tak hanya keluar dari mata melainkan hidung ibu tiga anak tersebut. “Anak aku mau matiii.. Huwaaa!!” kalimat Amel ini juga sontak membuat Resti termakanan oleh pikiran buruknya. Putri kedua Hanggono itu ikut meramaikan kamar orang tuanya. “Papa.. Mbak nggak mau kehilangan Niel..” rengek Resti lalu membaringkan diri di samping sang adik. “Huwaaa kesayangan Mbak Rere.” Ia memeluk erat tubuh Niel. Menangis disana seolah-olah tak membiarkan siapapun mengambil Niel darinya. Hanggono Tirto tentu dibuat berang dengan dua wanita kesayangannya. Ia melangkah cepat, mendekati ranjang. “Niel..” panggil Hang membuat sang putra membuka mata.  “Papa..”  “Niel ayo bangu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD