48. Rumit

1631 Words

Sesekali Nadira melirik pria di sebelahnya. Dia merasa tidak nyaman karena sejak tadi Kai terus menatapnya dengan tatapan yang dia sendiri tidak dapat mengartikannya. Atau mungkin itu hanya perasaannya saja, pasalnya Kai juga tidak mengatakan apa-apa. Nadira tersadar dari lamunannya begitu menyadari mobil yang ditumpanginya telah sampai di rumah. "Kau mau makan apa? Biar aku memasaknya untukmu barangkali saja aku bisa," kata Nadira setelah keduanya masuk ke dalam rumah. 'Gadis ini, bisa-bisanya dia bersikap seperti tidak terjadi sesuatu sebelumnya.' "Kan sudah makan malam tadi." "Kau hanya makan sedikit, mana bisa mencukupi kebutuhan nutrisimu sementara jadwalmu sangat padat. Kau tidak boleh sakit," lanjut Nadira. 'Kalau aku dikatakan hanya makan sedikit, bagaimana denganmu yang tida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD