Bab 40. Hubungan Tanpa Status

1139 Words

Saat berjalan menuju ke kantin, tiba-tiba Kania teringat akan sesuatu. Langkahnya mendadak terhenti. "Sy, kamu jalan duluan saja ya, nanti aku nyusul. Handphone aku ketinggalan di laci," ucapnya terbata, berusaha terdengar biasa saja. Karena ini bukan hanya soal telepon genggam, tapi entah kenapa ada sesuatu hal yang mengganggu pikirannya. Sisy menatap Kania penuh curiga. "Kamu yakin, nggak mau aku temani? Kamu mau sendirian?" Kania menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan hati yang berdesir tak menentu. "Iya, Sy. Aku cuma ambil handphone di ruanganku, nggak kemana-mana kok." Sisy mengangguk pelan, walau ragu. "Ya sudah, aku tunggu di sini saja. Malas juga kalau harus sendirian ke kantin." Kania membalas singkat, "Oke, sebentar ya." Ia lalu berbalik langkah menuju meja kerjanya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD