Gama mengetuk pintu tak sabaran setelah tiba di rumah Vei. Ia membutuhkan penjelasan. “Hei, cepat buka pintunya!” Sementara itu di dalam kamar, Vei menutup kedua telinga dengan bantal mendengar Gama terus menyuruhnya membuka pintu. Harusnya Gama datang saat Maudy masih di sana. Sayangnya, Maudy telah pergi beberapa saat sebelum Gama tiba. “Aku tahu kau di dalam! Cepat buka atau aku akan merusak pintumu!” teriak Gama dan ia tidak main-main dengan ucapannya. Brak! Brak! Gama menendang pintu rumah Vei dan berusaha mendobraknya. Namun, saat hampir berhasil, Vei lebih dulu membuka pintu. Ia tidak tahan mendengar Gama akan merusak pintunya. “Apa kau mau menghancurkan pintu rumahku?!” bentak Vei saat telah berdiri berhadapan dengan Gama. “Siapa suruh tidak membuka pintu? Sekarang kata