Bab 11. Tidak aman

1366 Words

Mobil Niko berhenti tepat di depan rumah Sinta. Malam minggu. Jadwal yang hampir selalu sama sejak mereka resmi bertunangan—makan malam, berbincang, kadang menonton film, lalu pulang sebelum terlalu larut. Rutinitas yang terlihat normal. Terlihat sehat. Sinta keluar dengan gaun sederhana warna gelap. Rambutnya terurai rapi. Wajahnya tenang, seperti biasa. “Kamu cantik,” ujar Niko sambil membuka pintu mobil untuknya. “Terima kasih.” Jawaban yang sopan. Sepanjang perjalanan, Niko lebih banyak bercerita tentang proyek, tentang rencana bisnis baru, tentang peluang investasi. Sinta mendengarkan. Sesekali menanggapi. Tidak ada yang aneh. Tidak ada yang istimewa. Hingga mobil itu masuk ke area parkir sebuah gedung tinggi yang asing bagi Sinta. “Kita mau ke mana?” tanyanya. “Apartemenku,”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD