Pagi pertama Rama di rumah sakit itu dimulai dengan suasana yang cukup hangat. Begitu ia memasuki area utama rumah sakit, beberapa staf sudah menyambutnya dengan ramah. Senyum, jabat tangan, juga ucapan selamat datang datang silih berganti. Kabar kedatangan Rama rupanya sudah lebih dulu menyebar. Bukan hal yang mengejutkan sebenarnya. Nama Rama sudah cukup dikenal, terutama karena rekam jejak akademisnya yang sangat baik dan pengalaman pendidikannya di luar negeri. Seorang dokter muda dengan prestasi yang menjanjikan. Kepala rumah sakit bahkan menyempatkan diri menemuinya secara langsung di ruangannya. “Dokter Rama, akhirnya kita benar-benar bekerja sama,” ucap pria itu sambil menjabat tangan Rama dengan hangat. “Kami sudah lama berharap Anda bisa bergabung di sini.” Rama tersenyum

