Harry dan Emma berjalan bersama memasuki restoran mewah di tengah kota. Keduanya tampil sempurna malam hari ini, Harry dalam setelan jas hitam yang rapi dan mahal, sedangkan Emma dengan balutan gaun putih gading yang memeluk lekuk tubuhnya dengan elegan, rambutnya ditata bergelombang, bibirnya merah merona. Emma tersenyum lebar, matanya berkilat bahagia. “Wah ... aku tidak menyangka bisa makan di sini akhirnya,” ucapnya pelan sambil meraih lengan Harry, “aku sudah lama sekali ingin makan di sini, Harry.” Harry hanya tersenyum tipis, menoleh sekilas padanya, lalu mengangguk kecil. “Kau menyebutkannya beberapa kali, jadi kupikir sudah waktunya aku menepati janji.” “Selamat datang, dengan nama siapa?” tanya pelayan yang menyambut kedatangan keduanya. “Harry,” jawab Harry singkat. “Baik,

