Bab 11. Menunggu Waktu

1177 Words

Piring-piring yang tadi penuh kini sudah kosong, benar-benar tak bersisa. Emma menyandarkan punggungnya di kursi, perutnya terasa penuh, tapi senyumnya belum surut sama sekali. “Aku tidak percaya kita habiskan semua ini,” katanya sambil tertawa kecil. Harry hanya mengangkat alis sedikit, meneguk sisa wine-nya dengan tenang. “Syukurlah kalau kau suka,” jawabnya singkat, tatapannya tak lepas dari Emma. Tak lama, seorang pelayan lain datang mendorong sebuah troli perak berkilau. Di atasnya, sebuah kue tart tiga tingkat berdiri anggun. Setiap tingkatnya dihias dengan detail halus, bunga-bunga kecil dari cokelat putih, selapis emas tipis, dan di puncaknya, sebuah mawar merah yang tampak seperti asli. Emma menoleh, matanya langsung membesar. “Harry … ini … apa?” ucapnya kaget, separuh duduk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD