Bab 28

2115 Words

“Nek, nanti ikut aku ke supermarket, ya. Ada beberapa barang habis jadi mau belanja dulu.” Sambil menyisir rambut wanita lansia itu, Mawa mengajak berbicara agar suasana tidak terlalu kaku. Namun, entah mengapa sang nenek sejak tadi tidak mengucap sepatah kata, seolah sedang memikirkan sesuatu. Mawa menyadari hal itu, ia berganti posisi, duduk berhadapan dengan si nenek sambil memegang kedua tangannya. “Nek? Ada apa?” tanya Mawa penasaran. Tidak lama kemudian, kakek datang dengan piring berisi potongan buah. Ia memberikan buah itu kepada nenek, lalu mengatur posisi kursi roda di sebelah Mawa. “Mawa, ada sesuatu yang sangat penting. Kami ingin membicarakan langsung kepadamu,” ucap nenek. Mawa yang tadinya santai pun mendadak tegang. Tidak pernah kakek neneknya terlihat sangat serius sepe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD