Incaran | Bab 33

1149 Words

Ruangan rawat itu masih setengah gelap ketika Ara akhirnya membuka mata. Lampu sorot kecil di sudut kamar memantulkan bayangan samar ke dinding putih, membuat ruangan itu terasa dingin dan asing. Napas Ara goyah, terputus-putus seperti seseorang yang baru saja ditarik kembali dari mimpi buruk yang terlalu nyata. Lena terbangun duluan. Dia refleks bangun dari kursi besi tempatnya ketiduran dan langsung maju meraih tangan Ara. “Ara, lo sadar? Ara, denger gue? Ini gue, Lena…” Ara menggigit bibirnya, tubuhnya langsung gemetar. Wajahnya pucat, mata merah seperti sudah terlalu lama ketakutan. Dia bahkan menarik tangannya pelan, seolah sentuhan manusia pun masih membuatnya terbayang ancaman. “Len…” suaranya pecah, serak, “Dia… dia masih nyari gue…” Lena langsung panik, “Ara, tenang. Lo udah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD