Parkiran basement gedung tua itu hampir kosong. Lampu remang berkedip pelan, meninggalkan bayangan panjang di antara pilar. Aroma lembap bercampur bau oli menyelinap sampai ke tenggorokan. Luna berdiri sendirian sambil menggenggam ponselnya erat. Dia baru saja menerima pesan singkat. 'Datang atau lo gue datengin sendiri.' Suara langkah berat menggema sebelum sosok berhoodie hitam muncul dari kegelapan. Tidak ada wajah, hanya topeng masker kain gelap yang menutupi hampir seluruh fitur wajahnya. Luna memutar bola mata. "Lo manggil gue ke tempat kayak gini buat apa. Gue lagi sibuk." Cowok itu berhenti dua langkah di depan Luna. Udara di sekitar mereka berubah dingin. "Kita harus ngomong. Atasan gue lagi ngamuk berat gara-gara lo." Luna tertawa sinis. "Gue kok jadi salah terus. Padahal

