Milikku | Bab 35

1100 Words

Aurora berlari sekuat tenaga melewati gang belakang kampus. Nafasnya berat, matanya berkaca, dan suara langkah kaki pria berhodie itu makin dekat. Dia meraih ponsel di sakunya, tapi pria itu menyabetnya jatuh ke tanah. Aurora tersentak, hampir terjungkal, tapi tetap memaksa tubuhnya terus maju. “Gue tau lo di depan. Lo bisa stop sekarang. Jangan bikin gue ngejar lo lagi.” Suara pria itu berat, serak, dingin, dan benar-benar seperti ancaman yang ditahan lama. Aurora tidak berhenti. Dia melintasi halaman belakang gudang tua yang sudah tidak terpakai. Lampunya hanya satu, berkedip, dan membuat bayangan-bayangan panjang di tanah. Dia menoleh sekali lagi. Pria itu sudah sangat dekat. Aurora tersandung potongan kayu dan tubuhnya jatuh keras ke tanah. Pergelangan tangannya menghantam lantai da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD