Alunan musik EDM menghantam dari ujung ruangan ke ujung ruangan seperti guntur yang terjebak dalam kotak kaca. Lampu-lampu biru muda dan merah menyapu lantai dansa, bikin semua wajah terlihat setengah samar. Di pojok, sofa hitam panjang dipenuhi pasangan yang sibuk dengan dunia mereka sendiri. Bau alkohol, parfum mahal, dan sedikit asap mesin kabut ngeblend jadi satu. Di tengah hiruk-pikuk itu, Luna duduk berselonjor dengan dress satin putih yang terlalu mirip dengan gaya Aurora. Rambutnya diikat setengah, makeup-nya lembut, seolah ia sedang meniru seseorang. Darren duduk di sampingnya, menyandar ke belakang sementara jarinya mengetuk gelas whiskey. Mereka bicara pelan, tapi gestur tubuh mereka terlalu dekat untuk disebut sekadar diskusi bisnis. Luna tertawa kecil lalu mengusap lengan Da

