"Assalamualaikum." "Yey, Ayah pulang!" Rasa lelah Varrel seharian ini seketika terbayar lunas melihat kedua anaknya yang kini berlari ke arahnya. Varrel berjongkok, melebarkan kedua tangannya menerima pelukan Rania dan Alaska. Hari-hari Varrel memang lebih banyak habis di kantor, dia juga sadar jarang punya waktu untuk mereka berdua. Tapi mau bagaimana lagi, walaupun pekerjaannya bisa dikerjakan secara online, datang ke kantor jauh lebih efektif. "Kalian berdua lagi apa?" tanya Varrel ketika pelukan keduanya mulai mengendur. Ketiganya saling tatap satu sama lain. Rania yang tidak berniat menjawab memilih memeluk erat leher sang ayah sambil memperhatikan Kakaknya. "Lagi main, Ayah. Ayah malam sekali pulangnya," kata Alaska, melirik ke arah jendela. Hari sudah gelap, matahari tidak lagi

