San, Terbaik

1219 Words

Clara masih tak bisa menerima kenyataan soal aturan yang baginya, terasa tiba-tiba tersebut. Ia sangat menyesalkan pihak Kristo Wijaya yang tidak memberinya pemberitahuan sama sekali. Gadis itu pulang dengan wajah cemberut. San yang menjemput Clara menyambut gadis itu dengan senyum yang riang. Namun melihat Clara yang senyumnya seolah terpaksa, San berhenti bersikap ceria. Kepalanya langsung dipenuhi analisis tentang apa yang mungkin terjadi kepada Clara di kantor. Clara masuk ke dalam mobil San tanpa suara. San bingung. Ia mencoba rileks dan berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk mengubah suasana. "Ada apa?" Hanya dua kata itu. Terlalu biasa, tapi San tidak menemukan kata-kata mana yang lebih bagus dari itu. "Aku menemukan sesuatu yang menyebalkan hari ini." San berpikir se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD