2. Hilang Perawan.

902 Words
Kiara dibawa masuk kesebuah kamar. Tubuhnya diletakkan di ranjang, dan sesaat kemudian ia tampak polos. Arthur menatap ukiran indah itu dengan lapar, dan tangannya mulai memegang bagian-bagian yang terlarang! "Ah! Daddy!" pekiknya saat merasa jari Arthur menerobos masuk ke sebuah bagian yang begitu pribadi. "Kau masih Virgin?" tanya Arthur. Ekspresi wajahnya terlihat terkejut, dahinya mengernyit dan tangannya ia keluarkan dari bagian inti yang tadi tengah ia jelajahi! "Jangan berhenti, Daddy! Masukan lagi, aku mohon, masukan lagi.." rengek Kiara. Ia sudah terbakar nafsu, dan Kiara bahkan menarik-narik tangan Arthur dan memakaikannya sendiri karena pria itu tampak mengurungkan hal tersebut! "Daddy!" gumamnya lagi sembari gelisah, tubuhnya sudah menjalar kemana-mana saat merasakan sensasi memabukan yang belum pernah ia rasakan. Nafas Arthur memburu pada saat ia melihat reaksi gadis itu yang terbakar gairah hanya menggunakan jarinya saja. Ia akhirnya kembali melancarkan aksinya hingga ia mengeluarkan kepemilikannya lalu menerobos masuk kedalam diri Kiara. "Pelan! Daddy..." rintih Kiara. Saat Arthur mulai menggebu, di sanalah mereka makin menyatu. Adegan panas itu berlalu sampai satu malam penuh. Arthur terus melakukannya tanpa ampun. Dan sensasi itu sungguh jarang ia dapatkan selama ini, meski ia harus merasa lelah karena berjuang sendiri, tapi ia tidak menyesal, karena setiap Kiara sampai, ia malah makin menggebu, dan gadis muda yang baru saja ia kutip mahkotanya itu juga tampaknya sanggup melayaninya cukup lama. *** Malam hari terlewati dengan panas, pagi tiba menyisakan rasa lelah dan kepuasan dalam diri masing-masing. "Aku baru tahu siapa kamu setelah ada seseorang yang memberitahuku, katakan, Baby, kenapa kamu melakukannya?" Suara Arthur mulai mengimintidasi. Hal itu akhirnya membuat Kiara tak bisa berbuat banyak selain bicara jujur. "Maaf, aku melakukannya karena aku kecewa pada putramu yang berani meninggalkan aku dengan alasan aku tak bisa memenuhi ekspektasinya. Aku terkadang merasa– apa aku yang tidak bisa memenuhinya, atau aku yang bahkan tidak bereaksi pada sentuhannya." balas Kiara dengan suara lirih. Arthur yang sudah duduk di pinggiran ranjang sembari memakai kancing kemejanya menoleh dan menatap Kiara dengan pandang mata yang sulit di artikan. Kiara balas menatap, tapi posisi tubuhnya masih terbaring di ranjang dan menutup tubuhnya menggunakan selimut. "Lantas, bagaiman denganku? Apa kamu puas setelah melakukan hal terkutuk ini denganku?" tanya Arthur dengan dingin. Kiara tersenyum sembari mencoba bangkit dari duduknya ia mendekat ke arah Arthur sembari terus memegangi selimut yang ada di bawah lehernya. Wajah Arthur yang jauh lebih tampan dari putranya membuatnya tidak menyesal telah memberikan suatu hal berharga dari dirinya untuk pria itu. "Kamu, sangat perkasa, Daddy. Bukankah kamu juga mencari seorang wanita yang bisa memuaskan dahagamu– pada hal yang baru saja kita lakukan? Lantas bagaimana dengan aku?" tanya Kiara. Matanya menatap Arthur dengan menggoda. "Kau pikirkan sekali lagi dengan pikiran jernih dan dingin! Jangan hanya karena ingin membalaskan rasa dendam pada putraku kau malah terjerumus! Perlu kau ingat, aku tak akan melepaskan bila aku sudah menggenggam." balas Arthur. Kiara memang sudah memikirkan akan hal tersebut, ia juga sudah memikirkan bagaimana resiko menjadi simpanan seorang pria, tapi semuanya sudah bulat! Tekatnya sudah bulat, dan ia tak akan pernah mundur lagi! "Tentu saja, dan aku tak akan menyesal. Hanya kamu yang bisa menghidupkan sesuatu yang liar yang ada dalam tubuhku, Daddy." ujar Kiara. "Gadis nakal! Kau membuatku tak bisa menahan diri!" Arthur akhirnya melakukannya lagi, padahal ia sudah hampir saja hendak pergi dari sana. Seharian penuh ia hanya berada di dalam kamar menikmati waktunya bersama mantan kekasih putranya, dan sore haripun tiba... *** Sore itu mereka benar-benar hendak pergi dari sana, dan pada saat itu..... "Siapa namamu, Baby?" tanya Arthur saat ia mulai memeluk tubuh wanita muda yang tampak tengah berdiri di hadapan cermin di meja rias yang ada di kamar hotel tersebut. Kamar itu memang sungguh terlihat sangat mewah, bahkan meja rias tersedia di sana, dan sebenarnya Kiara sedikit heran dengan tempat tersebut. "Kiara, Daddy." "Baiklah, Kiara –" Arthur menjeda kata, ia lalu membalikan tubuh wanita muda itu lalu menarik pinggangnya agar mendekat ke arahnya. Pandangan mata mereka bertemu, dan bibir mereka bertemu sejenak. "Mulai saat ini, kamu adalah Sugar Baby milikku, jangan mencoba berkhianat, atau kamu akan tahu sendiri akibatnya!" tekan pria itu. "Hm, baiklan..., Daddy, tapi – apa aku boleh minta sesuatu?" tanya Kiara. Arthur melepaskan tubuh wanitanya itu, dan ia ngambil dompetnya yang ada di saku celananya. Arthur mengambil black card dan memberikannya pada Kiara. Kiara sedikit terkejut melihat apa yang di berikan oleh pria tersebut. "Kamu bisa memakainya, hanya dengan syarat kamu harus ada bila aku butuhkan." ujar Arthur. "Tentu saja, Daddy." Kiara meraih black card dan setelahnya ia memeluk leher Arthur sejenak. "Thankyou, Daddy!" ujarnya sembari memeluk pria itu. "Sekarang, aku akan antarkan kamu pulang, kamu tidak perlu bekerja sekarang. Hanya perlu melayani aku saat aku butuhkan." tekan Arthur sekali lagi. Kiara hanya mengangguk kecil lalu tersenyum manis. Tak lupa Arthur juga memberikan pin card, dan ia meminta nomor ponsel Kiara. Mereka pergi dari sana setelah seharian menghabiskan waktu di dalam kamar, dan saat sepasang kekasih itu berjalan keluar dengan saling berangkulan mesra, ternyata ada sepasang mata yang melihat mereka keluar dari kamar inap di club besar tersebut. "Ki–kiara? Apa yang ia lakukan di sana tadi? Dan kenapa dia bermesraan dengan —" ucapan orang itu terjeda saat melihat mereka tampak begitu mesra pada saat itu. Bahkan matanya sampai membola pada saat itu karena menolak percaya dengan segala hal yang ia lihat di depan matanya. "Ti–tidak mungkin! Aku pasti salah lihat!" gumam Ronald!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD