11, Mulutmu, Harimaumu!

1110 Words

Layangan kasar dari tangan seorang wanita membuat Arthur menolehkan wajahnya. Arthur tetap tenang, meski sebenarnya ia tidak terima dengan apa yang Lilia lakukan. Lelaki itu menatap wanita yang ada di hadapannya dengan tatapan tajam, namun datar juga. Hatinya bergemuruh, seakan ada emosi yang akan meledak di dalam sana. "Bukankah kau sendiri yang memintaku mencari wanita yang setara dengan aku?! Saat aku meminta kau memenuhi kewajiban mu sebagai istri, kau menolak dengan alasan aku tidak perkasa!" tekan Arthur, nafasnya sudah sedikit memburu pada saat itu. "Kau mengira aku main-main dalam melakukan hubungan intim?! Aku bukan main-main, Lilia! Tapi aku sama sekali belum merasakan apapun!" teriak Arthur. Teriakannya seakan menggema di udara, bahkan pintu yang tertutup akhirnya membuat su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD