Kiara bangkit dari duduknya dan menatap pria di hadapannya dengan tatapan yang kini tampak terlihat sedikit tajam. Ada suatu hal yang terasa mengganjal di dalam hatinya saat ia menatap pria itu. "Jangan membuat keributan di sini, ini tempat usaha orang, tidak seharusnya kamu menciptakan suasana mengganggu di sini." tegas Kiara. "Jangan mengalihkan pembicaraan! Jadi ini kelakuan kamu di belakangku?!" jawaban dari pria di hadapan Kiara makin membuat Kiara tidak sanggup menahan emosinya. "Ronald! Kita sudah berpisah! Jadi kamu tidak bisa mencampuri urusanku, lagipula – apa urusan kamu bila aku bertemu seseorang?! Sekarang pergi dari sini, atau aku akan panggilkan security?!" pekik Kiara sembari menunjuk ke arah luar cafe. "Dan akan aku pastikan kamu malu dengan segala hal yang harus kam

