24. Karma Langsung

1435 Words

Revan mengendarai mobilnya tak tentu arah dengan kecepatan tinggi. Beberapa waktu yang lalu ia mendapat panggilan dari anak buahnya bahwa Yuna dan Kania terusir dari kontrakan. Revan bersumpah akan menghancurkan siapa saja yang melukai putrinya. Bahkan jika harus menjadikan semua orang gelandangan, ia tak peduli. Brak!! Ia membanting pintu mobilnya keras saat telah keluar dari mobil dan berada di depan sebuah rumah. Mengambil nafas panjang dan mengembuskannya perlahan, ia melangkah pasti setelah membenarkan kerah jas yang dipakainya. Tok … tok … tok …. Beberapa saat kemudian pintu terbuka dan muncullah seorang pria paruh baya yang menatapnya heran. "Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya pria itu dengan mengamati Revan dari ujung kaki hingga kepala. "Aku akan membeli kontrakanmu," u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD