Suasana riuh dan padatnya terminal kedatangan Bandara Internasional Juanda langsung menyambut Lintang begitu ia melangkah keluar dari pintu pembatas pintu kedatangan. Sembari menarik koper ukuran sedangnya, pandangan mata bulat gadis itu langsung mengitari area penjemputan yang dipenuhi papan nama dan lambaian tangan. "Mbak Lintang! Mbaaakk Liiiiiintaaaaang! Kene, Mbak! Ndek kene!" Sebuah teriakan cempreng nan heboh seketika memotong kebisingan bandara. Lintang menoleh dan langsung mendapati sosok adik gembulnya, Linggar, yang sedang melompat-lompat kecil dengan riangnya sembari melambaikan kedua tangan mungilnya tinggi-tinggi ke udara. Di sebelah bocah gembul itu, berdiri Ayah dan Ibun yang menatap kedatangan putri sulung mereka dengan senyuman hangat nan sumringah. Lintang langsung me

