Hurt 56

1080 Words

"Rama!" Kalista berhambur kepelukannya Rama, tepat sebelum lelaki itu siap menolak dirinya. "Ada apa Kalista?" Rama perlahan mendorongnya, dan menatapnya. Kalista menggeleng pelan. "Tidak ada apa-apa, aku hanya kesepian," ucapnya manja. Rama menghela napas, ia duduk di kursinya."Aku ada banyak sekali pekerjaan, Kalista. Apa kamu enggak ada pemotretan?" Ia mulai menyalakan laptopnya. Kalista mengikuti Rama, dan berdiri tidak jauh darinya. "Aku mau ikut istirahat di kamar kamu, aku capek sekali." Rama terlihat kaget, ia ingat betul bagaimana Ana tidak suka berada di sana. Hanya karena kamar itu bekasnya Kalista. Padahal ia sudah mengganti sprainya lama sekali. "Kamu tidak tidur semalam?" tanya Rama heran. Kalista menjatuhkan dirinya di atas sopa. "Aku tidak bisa tidur, pekerjaanku ban

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD