"Please come back to me. Khal." Ucapan itu terdengar memohon dan bersungguh-sungguh, tatapan matanya tidak menunjukkan keraguan sama sekali. Khalisa masih terkejut dengan pengakuan pria tampan tersebut. “Khal, aku benar-benar mencintaimu." Lanjut Arsen, dia masih berlutut Khalisa masih terdiam beberapa detik. “Apa kamu yakin dengan ucapanmu, Mas?" Tanya Khalisa. Arsen menganggukkan kepalanya, dia sangat yakin. cintanya pada Khalisa benar adanya. “Bisakah kamu mempercayaiku sakali lagi, Khal?" “Kenapa kamu begitu mudah mengucapkan cinta, Mas, sementara kamu sudah memiliki kehidupan baru." Khalisa menjeda kalimatnya, dia sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran Arsen. “Kamu memang tidak pernah berubah, Mas, kamu selalu membagi cintamu." Arsen langsung berdiri. “Aku mohon, jang

