Ruangan itu benar-benar tegang, bagaimana usaha mereka menyelamatkan Arsen tetapi sama sekali tidak menghasilkan apa-apa. Dokter Juna keluar menemui Khalisa dan kedua keponakannya. Tuan Adnan yang melihat ekspresi dari Dokter tersebut, hanya memejamkan matanya, dia tau apa yang terjadi di dalam ruangan itu. “Khal, maaf, kami sudah berusaha, tetapi takdir berkata lain, Arsen tadak bisa diselamatkan lagi." Ucap Dokter Juna dengan wajah yang penuh rasa penyesalan. Bagaikan tersambar petir tanpa adanya tanda-tanda hujan, dunia Khalisa seakan runtuh bersama kepergian Arsen. “Tidak!!.. itu tidak mungkin.. Ayah!!" Runtuh sudah pertahanan Regi, dia langsung masuk menerobos ruang ICU, yang di ikuti oleh Khalisa dan yang lainnya. Tangisa Regi pecah, ketika dia melihat Ayahnya terbaring kak

