“Khalisa, bagaimana keadaan Arsen?" Tuan Bagas dengan nafas yang memburu memberikan pertanya pada putrinya. Meskipun dia tidak menyukai Arsen, tetapi dia juga tidak ingin hal seperti ini terjadi, setelah mendengar berita kecelakaan itu, segara mendatangi rumah sakit tempat Arsen mendapatkan pertolongan. Khalisa tidak bisa menjawab pertanyaan Ayahnya, kondisi Arsen sangat parah, terdapat besi yang menusuk di bagian dadanya. “Kakek, tolong selamatkan Ayah!" Regi, anak itu menunjukkan permohonan pada kakeknya. Tuan Bagas menundukkan pandangannya kearah sang cucu, menatap dalam netra Regi, cucu bungsunya menunjukkan kerapuhan, ketakutan dan kekhawatiran. Kebencian yang dia tanamkan nyatanya tidak bisa memisahkan ikatan antara Arsen dan si kembar, Pria tua itu mengulurkan tangannya, m

