Matahari pagi baru saja mulai mengintip di balik gedung-gedung pencakar langit saat Arsen memarkirkan mobilnya tepat di depan gerbang utama Mansion Khalisa. Sebelum turun dari mobilnya, dia memastikan penampilannya terlebih dulu. “Masya Allah, gantengnya wajahku ini, sampai membuat Khalisa ter Arsen-Arsen" Ujar Arsen dengan penuh kepercaya diri. Jam di dasbor menunjukkan pukul 07.59. Arsen menarik napas panjang dan mengeluarkan secara perlahan, kembali merapikan kerah kaus polonya, terlihat sederhana namun juga elegan. Dia keluar dari mobilnya, lalu melirik ke arah pilar lantai atas. Arsen tau, di balik salah satu jendela di atas sana ada sepasang mata tajam yang sedang memegang jam tangan kronometer, sepertinya sudah sangat untuk siap menghitung setiap detik keterlambatannya. Tep

