Bab 48

1612 Words

New York, pagi yang begitu cerah, sinar matahari mulai masuk melewati celah-celah jendela kamar sang pemilik mansion. Sementara di tempat lain, cahaya matahari yang menembus jaga jendela ruangan Arsen, tidak terasa menghangatkan. Dia duduk tentang sembari memainkan pulpen di tangannya. Tatapan matanya tertuju pada kalender yang terletak di atas mejanya. Terdapat lingkaran di angka tiga puluh, angka dan hari yang akan menentukan akhir perjuangannya. ​Tujuh hari lagi. Hanya tersisa waktu satu minggu lagi dari kesepakatannya dengan Tuan Bagas, tiga bulan sudah mendekati waktunya. Entah bagaimana nanti akhirnya, Arsen akan menerimanya, setidaknya dia sudah melakukan apapun yang bisa dia lakukan, tidak hanya mendekati Khalisa, tetapi juga kedua putranya. Arsen menyandarkan punggungnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD