BAB 16

1332 Words

Jennifer duduk di Iobi dengan tidak sabar. Ia berkali-kali menatap pintu kaca, berharap sosok yang ditunggunya datang. Semenjak Zayne meninggalkannya di rumah sakit, laki-laki itu menolak panggilannya dan tidak membalas pesan. Apa pun yang ingin dikatakan, tersangkut semua di hati. Padahal, ia sangat berharap bisa bertemu Zayne hanya untuk meyakinkan kalau laki-laki itu masih memikirkanya. Zayne mengatakan akan menikah dengan gadis berkacamata itu. Hatinya menolak untuk percaya meskipun terbersit kekuatiran di sana. Ia tahu persis bagaimana sifat Zayne, tidak akan mendengarkan orang lain kalau memang menginginkan sesuatu. Namun, pernikahan adalah hal penting. Ia yakin, Zayne tidak akan gegabah. Lebih dari tiga puluh menit, Zayne tidak kunjung muncul. Ia mengecek ponsel dan pesannya juga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD