BAB 11

1245 Words

Zayne tidak bertanya soal pemukulan itu, hanya berpesan pada Arielle untuk lebih hati-hati sekarang. Tidak bertemu sembarang orang sampai hari pernikahan tiba. Zayne mengamati luka-luka di wajah Arielle dengan serius, mengambil beberapa foto, tidak peduli kalau gadis itu menolak. “Buat apa foto-foto?” “Dokumentasi.” “Kamu nggak akan nuntut mereka bukan?” Zayne mengangkat bahu. “Entahlah. Aku ingatkan kamu, jauhi mereka. Jangan sampai kamu datang ke pernikahan dalam keadaan luka lebam.” “Bagaimana kalau mereka yang datang?” “Aku sudah memberi perintah pada satpam, nggak ada yang boleh datang kemari tanpa seijinku.” Rasanya seperti sedang dikurung, tapi Arielle menurut. Yang dipikirkannya sekarang bukan hanya dirinya tapi juga Axel. Sebelum kehilangan Julian dan Evelyne, ia terbiasa m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD