56

716 Words

Langit masih menyisakan rona jingga ketika Risma berdiri di peron stasiun dengan koper kecil di tangannya. Matanya sembab. Sesekali ia melihat ke kanan dan kiri, seolah takut dikenali atau diikuti. Napasnya tersengal, bukan karena berlari, tapi karena beban di d**a yang kian menyesakkan. Ia sudah memutuskan, ia akan pergi jauh. Risma tak bisa menunggu sampai semuanya terbongkar. Terutama saat Pras, yang kini kehilangan ingatannya, bisa sewaktu-waktu pulih dan mengingat segalanya. Termasuk siapa yang menjerumuskannya, siapa yang memanipulasi keadaan, dan siapa yang tega menanamkan kebohongan dalam kepalanya saat ia rapuh. Dia takut dan bahkan sangat takut. Pras adalah seperti bom waktu baginya. Ketika Pras mengalami kecelakaan dan hilang ingatan, Risma -lah orang pertama yang ditemukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD