ANAK PELA*CUR

1779 Words

BAB 10 Dua Hari berlalu, Rey telah diijinkan pulang dari rumah sakit. Naya menelan ludah. Hatinya menciut tanpa alasan. Rumah sebesar ini, belum pernah Naya terbayang menginjakkan kaki di rumah se-mewah ini. "Pak Rey, Pak Salim ..." ucap Naya, suaranya terdengar ragu, bahkan agak bergetar. Ia menurunkan tas kecilnya, lalu tersenyum sopan. "Saya izin pamit. Saya banyak pekerjaan yang tertunda beberapa hari ini." Di balik senyum itu, ada perasaan yang tak terucapkan: ketidaknyamanan. Rumah ini begitu mewah dan terlalu asing. Ia merasa seperti seorang penyusup di dunia yang bukan miliknya. Rey menatapnya lekat, senyum tipis muncul di wajahnya. "Sepertinya aku sudah merepotkanmu ya?" Nada suaranya tenang, tapi matanya seakan mencari jawaban lebih dalam dari sekadar kata. Naya buru-buru m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD