--“Semua ibu tidak akan membiarkan anak-anaknya terluka. Cara apa pun akan dilakukan agar sang anak terbebas dari bahaya. “— *** Irriana duduk di ruang tamu dengan posisi menegang. Jangan tanyakan bagaimana perasaannya sekarang. Tentu saja, dia merasa begitu marah karena dengan mudahnya Davio meninggalkannya hanya untuk seorang Valentine yang sama sekali tak berguna. Bisa-bisanya Davio menemani Valentine di rumah sakit sampai menginap juga? Sial! Belum apa-apa, Valentine sudah berhasil memengaruhi Davio dan semua keluarganya. Yang ada rencananya untuk mengambil hati Davio akan gagal. Dan jika seperti ini terus, kapan rencananya untuk menghancurkan keluarga ini bisa tercapai? Irriana menghembuskan napasnya kasar. Tidak! Dia tidak akan tinggal diam. Dia harus secepatnya mengambil langka

