KK | #14

1105 Words

Rana menghembuskan napas kasar sembari berpangku tangan. Netranya tak henti menatap jam di dinding ruang tamu. Waktu terasa sangat lamban bagi Rana. Gadis itu menunggu Kakek Wisnu dengan perasaan campur aduk. Dia sudah terbiasa selalu bersama sang kakek setiap harinya. Sehingga Rana merasa sedih karena jauh dari pria tua itu. Tapi di sisi lain, dia juga tidak sabar menunggu hadiah yang akan Kakek Wisnu berikan. Seharian ini Rana lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menonton TV. Tidak ada kegiatan lain yang bisa dia lakukan. Semua pekerjaan rumah sudah dia kerjakan pagi tadi. Dan siangnya, Rana hanya memasak mie instan karena tak ingin repot. "Huft.. rasanya sepi banget nggak ada Kakek." gumam Rana menghela napas. Di tengah rasa kesepiannya itu, Rana kembali mengingat bagaimana keh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD