Bian - Nadira Terkejut-3

692 Words

Bian tidak menjawab. Bibirnya hanya melengkung samar, tapi matanya masih tak lepas dari sosok sang chef yang kini mulai berjalan dari meja ke meja, menyapa setiap tamu dengan ramah. "Apa Anda menikmati makan malamnya?" suara lembut Nadira terdengar jelas, disertai senyum tulus. Setiap tamu yang ia hampiri terlihat begitu dihargai, bukan sekadar pelanggan. Beberapa bahkan memberikan dua jempol, tanda puas. Ia mendengarkan setiap komentar, baik pujian maupun saran, dengan penuh perhatian. Terkadang ia tertawa kecil ketika seorang pelanggan menceritakan pengalaman lucu tentang bagaimana mereka pertama kali mencoba makanan Thailand. Gesturnya hangat, profesional, sekaligus sangat pribadi. Satu per satu meja ia datangi, hingga akhirnya giliran meja Capt. Randy dan rombongan. Langkah Nadira

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD