Member Spesial-3

734 Words

Saat tiba, restoran itu sudah penuh, seperti dugaannya. Lampu kuning hangat memantul dari kaca - kaca besar, tawa para tamu bercampur dengan alunan musik akustik dari dalam. Seorang staf menghampirinya di pintu depan dengan senyum profesional. "Selamat malam, Mas. Maaf resto sudah penuh, tidak ada reservasi yang batal." Bian menggeleng singkat. "Saya nggak reservasi. Saya cuma mau ketemu Chef Nadira." Staf itu tampak bingung sejenak. "Chef sedang di dapur, sibuk menyiapkan makan malam. Saya nggak yakin Chef bisa keluar." Bian sudah memperkirakan ini. " Saya hanya perlu ketemu beliau sebentar. Kalau masih sibuk, nggak apa - apa. Saya tunggu di luar aja atau saya keliling dekat sini mencari tempat, nanti saya balik lagi. Staf itu akhirnya mengangguk, meski ekspresinya masih ragu. "Se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD