Buru - buru Nadira membalikkan badannya dan kembali ke dapur. Bian tidak tahu saja kalau Nadira oleng juga ketika masuk ke dapurnya, tapi tetap berusaha supaya langkahnya tetap terkontrol. Dari balik pintu, ia sempat melihat Bian yang menyesuaikan posisi di kursi, menunduk sebentar menatap ponselnya. Nadira menyentuh apron, menahan degup yang tak boleh terlihat, mengingatkan diri, dia tante Clarissa, citra harus terjaga, rahasia hati harus terkunci. Sebenarnya Bian merasa ada sedikit rasa kikuk... Buat apa dia di sini? Sementara yang lain makan malam dan dia hanya bengong. Harusnya dia langsung memberikan foto itu kepada Nadira dan langsung pulang, bukannya malah duduk di sini sekarang. Benar-benar di luar rencana. Bian juga tidak tahu apakah dia masih bisa memesan minuman atau tidak, s

