Mulai Nyaman-3

715 Words

Sambil memilih baju kerja, ia bergumam dalam hati, “Sebenarnya … apa sih yang dia pikirin tentang aku? Apakah cuma anggap aku teman ngobrol singkat? Atau dia juga ngerasa nyaman, kayak aku?” Tapi jelas, pertanyaan - pertanyaan itu hanya berputar di kepalanya. Ia tidak mungkin menanyakannya langsung. Untuk sekadar memulai percakapan singkat saja, ia masih ragu. “Masa iya aku duluan yang nyapa? Nanti dikira lebay. Aku kan bukan tipe cewek yang agresif.” Harapan kecil itu tetap ada, berharap Bian mengirimkan pesan singkat lagi, walau ia tahu itu seperti mengada - ada. Lagi pula apa alasannya? Tadi malam, memang jelas. Bian mengabarkan sudah sampai hotel dan berterima kasih. Alasan itu logis. Tapi hari ini? Apa yang bisa jadi alasan? Tidak ada. Nadira mendesah. “Jadi … aku nungguin sesuatu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD