Gelisah-2

723 Words

"Bagaimana ini, ya Allah,…" batinnya lirih, "Dia bener - bener percaya kalau aku sepenuhnya di sini sama dia. Padahal aku sendiri masih bingung sama diriku sendiri." Bian meneruskan makannya, seolah tidak ada masalah. Fokus Bian...fokus, ini tunanganmu sedang merancang pernikahan kalian..." Clarissa tidak menyadari pergulatan itu. Ia terus bercerita soal ide dekorasi, tema musik, bahkan kemungkinan mengundang artis favoritnya untuk hiburan di pesta nanti. Semakin ia bicara, semakin jelas betapa seriusnya ia memandang masa depan mereka. Bian hanya bisa mengangguk, sesekali menyelipkan komentar singkat agar Clarissa tidak merasa berbicara sendirian. Tapi jauh di dalam dirinya, ada rasa kasihan yang menyayat. Kasihan karena ia tidak bisa membalas antusiasme itu dengan tulus yang sama. Di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD