Nadira si Anak Bungsu-2

733 Words

"Jadi gimana nih?" Amira yang dari tadi membereskan barang akhirnya angkat suara. "Mau ngotot tetap buka restoran atau nggak? Aku mau pesen tiket pulang besok, jadi harus jelas." Papa Ary tersenyum kecil, lalu dengan nada mantap ia berkata, "Kalian aja yang pulang. Papa mau jalan - jalan dulu sama Mama dan Nadira." Keputusan sudah final. Seketika ruangan itu hening. Safira menatap papanya tidak percaya. "Pa... serius mau jalan - jalan? Ingat umur, ya!" serunya, kesal sekaligus khawatir. "Ya udah, kalau Papa nggak boleh kemana - mana, sekalian aja Papa jadi pasien rumah sakit kayak Nadira," balas Papanya sambil terkekeh. Nadira menutupi mulutnya, menahan tawa. Ia tahu, ketika Papa sudah menjawab dengan bercanda, berarti keputusannya sudah bulat. Mama Neni ikut tersenyum, tapi tetap m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD