"Pa, Ma ... jadi pergi sekarang?" tanyanya dari kamar. "Ya, ayo. Sunset nggak nungguin kita, Nad," jawab Papa Ary dari ruang tamu. Ia sudah duduk rapi dengan baju kaos berkerah, wajahnya tampak sumringah seperti anak kecil mau diajak rekreasi. Mereka bertiga akhirnya berangkat naik mobil Nadira. Nadira yang menyetir, sementara Mama duduk di belakang. Perjalanan tidak jauh, hanya sekitar dua puluh menit menuju pantai yang tak terlalu ramai turis. Ketika sampai, langit sudah berubah jadi oranye pekat dengan semburat merah muda di pinggir cakrawala. Matahari perlahan turun, seakan tenggelam ke dalam laut. Suasana hangat dan tenang menyelimuti mereka. Nadira menarik napas panjang, menikmati udara asin laut yang membelai wajahnya. "Aku kangen banget suasana kayak gini. Biasanya sore-sore a

