"Baik. Tolong list yang kurang, nanti aku kirim supplier. Jangan lupa pastikan kualitasnya ya." "Siap, Chef. Oh ya, kata anak-anak depan, kemarin ada beberapa klien tanya soal reservasi, mau difollow up?" "Iya, tolong segera. Kasih tahu juga kalau resto resmi buka lagi Sabtu ini. Biar mereka semangat datang." "Baik, Chef." Setelah menutup telepon, Nadira menghela napas lega. Rasanya menyenangkan kembali menyentuh rutinitas yang ia cintai. Pukul sepuluh lewat, Nadira bersandar di kursinya. Bahunya mulai pegal, perutnya sedikit nyeri. Ia tahu tubuhnya belum seratus persen fit. Tapi sebelum ia sempat menutup laptop, pintu diketuk. Mamanya muncul sambil melipat tangan di d**a. "Nad…" "Hm?" "Boleh nggak kalau laptop itu ditutup sebentar? Kamu sudah satu jam lebih kerja." "Aku sebentar

