Bab 47. Membawa Arka Pergi

1832 Words

Jelita terbangun sebelum matahari benar-benar naik. Bukan karena alarm, atau mimpi buruk. Tubuhnya hanya seperti sudah terbiasa terjaga di jam itu, jam ketika biasanya Arka akan bergerak, merengek kecil, mencari s**u dengan refleks yang belum sempurna. Tangannya refleks bergerak ke samping. Kosong. Ia membiarkan tangannya tetap di sana beberapa detik, menahan sensasi hampa itu sampai tidak lagi menyengat. Baru setelah itu, ia bangkit dari ranjang. Langkahnya pelan saat menuju kamar mandi. Tidak tergesa-gesa. Ia menatap bayangannya di cermin. Wajah yang lebih pucat dari biasanya, mata yang menyimpan kelelahan lama. Namun ada sesuatu yang berbeda. Sorot itu tidak lagi liar dan terpecah. Ia mencuci wajah dengan air dingin. Menyikat gigi. Mengikat rambutnya rapi. Semua dilakukan seperti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD