Prawan-1

707 Words

Selena masih memegang ponselnya erat. Dadanya terasa sesak dengan tawaran yang baru saja ia dengar. Menikah kontrak?Dengan CEO perusahaannya sendiri? Itu terdengar seperti sesuatu yang hanya ada di drama China yang sering ku tonton. Dengan suara pelan namun tegas, Selena akhirnya berkata, “Tapi… pernikahan itu sakral, Pak.” Ia menarik napas panjang. “Bukan sesuatu yang bisa dipermainkan hanya demi kepentingan masing-masing.” Di seberang sana, Julian terdiam beberapa saat. Lalu ia menjawab dengan nada tenang, “Saya tahu.” Suaranya tetap rendah, namun serius. “Karena itu saya tidak akan memaksamu.” Selena menunduk. Julian melanjutkan, “Semua keputusan ada di tanganmu.” Ia berhenti sejenak. “Besok adalah hari terakhir masa magangmu, bukan?” Selena menggigit bibir. “Iya, Pak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD