“…Selena Marie Foster?” Suara Julian turun, nyaris seperti bisikan. Dokter Robert menjawab dengan pasti. “Iya, Tuan Muda. Berdasarkan data medis dan nomor registrasi pasien, penerima sampel s****a Anda adalah Nona Selena Marie Foster.” Julian menatap rumah sederhana itu tanpa berkedip. Lampu kamar Selena masih menyala. Dokter Robert kembali berbicara. “Tuan, kami sangat menyesali kesalahan ini. Ini murni kelalaian dari pihak rumah sakit.” Julian akhirnya berkata pelan, “Dia tidak tahu?” “Sejauh ini belum, Tuan. Nona Selena tidak mengetahui bahwa donor itu berasal dari Anda.” Julian menutup mata sejenak. “Dan Chintya?” Dokter Robert menjawab hati-hati. “Nona Chintya menerima donor yang salah. Bukan milik Anda.” Suasana di dalam mobil menjadi sangat sunyi. Julian membuka mata

