Bayi Tabung

1204 Words
Di ruang tindakan, Selena berbaring dengan gugup. Tangannya terasa dingin, sementara jantungnya berdetak begitu cepat hingga ia bisa mendengarnya sendiri. Langit-langit putih ruangan itu terasa menyesakkan, membuat napasnya semakin berat. Dokter wanita itu tersenyum lembut, berusaha menenangkan. “Tenang, Nona Selena. Prosedurnya tidak akan lama. Setelah ini, Anda hanya perlu banyak istirahat dan menghindari stres berlebihan.” Selena mengangguk pelan. “Baik, Dok… saya siap.” Dokter memberi isyarat pada perawat. “Siapkan prosedurnya.” Perawat mengangguk lalu menyerahkan berkas medis. Sementara itu, tanpa seorang pun sadari, sampel yang digunakan bukanlah donor anonim seperti yang Selena pikirkan… melainkan milik Julian Alexander Kingsley. Dokter mulai melakukan prosedur dengan hati-hati. Selena memejamkan mata, menggenggam erat ujung selimut. Dalam hatinya, ia terus berdoa. “Tuhan… aku tidak meminta hidup mewah. Aku hanya ingin seseorang yang benar-benar menjadi keluargaku. Seseorang yang akan mencintaiku dan tidak meninggalkanku…” Beberapa menit kemudian, prosedur selesai. Dokter melepas sarung tangan medisnya. “Sudah selesai, Selena. Prosedurnya berjalan dengan baik.” Selena perlahan membuka mata. “Sudah… selesai, Dok?” Dokter tersenyum. “Iya. Sekarang Anda hanya perlu menjaga kondisi tubuh, makan teratur, dan datang kontrol sesuai jadwal. Kita akan melihat hasilnya dalam beberapa minggu ke depan.” Mata Selena mulai berkaca-kaca. “Terima kasih, Dok…” Dokter menatapnya lembut. “Semoga semuanya berjalan baik untuk Anda.” Selena duduk perlahan dari ranjang tindakan. Ia mengelus perutnya yang masih datar. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama… ia merasa memiliki harapan. Sementara itu, di ruang lain Chintya juga baru saja menyelesaikan prosedurnya. Ia tersenyum puas sambil merapikan pakaiannya. “Sebentar lagi aku akan resmi menjadi Nyonya Kingsley.” Dokter Robert menutup berkas medis. “Sekarang kita tinggal menunggu hasil implantasi berhasil atau tidak.” Chintya tersenyum penuh percaya diri. “Pasti berhasil.” “Jaga kesehatanmu. Setelah kamu hamil, kita akan segera menikah.” Suara Julian terdengar dingin dan tegas, tanpa sedikit pun kelembutan. Chintya tersenyum manis, meski matanya menyimpan ambisi besar. “Baik, honey. Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu.” Ia mencoba meraih lengan Julian dan bersandar manja. Namun Julian langsung menepis tangannya dengan wajah datar. “Jangan sentuh aku.” Chintya terdiam. Julian menatapnya tajam. “Pernikahan ini hanya perjodohan. Jangan berharap lebih.” Setelah mengatakan itu, Julian langsung berjalan keluar dari ruangan tanpa menoleh lagi. Chintya menggertakkan giginya pelan. Wajah manisnya berubah penuh kebencian. “Sialan… lihat saja nanti, Julian. Setelah aku menikah dan melahirkan anakku, aku akan menyingkirkanmu dari hidupku.” Tatapannya berubah licik. “Dan seluruh kekayaan keluarga Kingsley akan menjadi milikku dan kekasih ku.” Tak lama kemudian, mereka berjalan menuju lift VIP rumah sakit. Ting. Pintu lift terbuka. Di saat yang sama, Selena yang baru keluar dari ruang tindakan juga masuk ke lift itu. Ia berdiri agak jauh, menunduk sambil memegang tas kecilnya. Julian berdiri di samping Chintya dengan aura dinginnya yang mendominasi ruangan. Lift mulai turun menuju lobby. Selena berusaha tidak menoleh, tetapi entah kenapa ia bisa merasakan tatapan seseorang. Julian diam-diam melirik ke arahnya. Perasaan aneh itu kembali muncul. Seolah ada sesuatu yang menghubungkan mereka. Sementara Selena justru sibuk dengan pikirannya sendiri. “Aduh… kalau begini aku bisa telat masuk kantor. Bisa-bisa aku dipecat…” batinnya panik. Lift akhirnya sampai di lobby. Ting. Pintu terbuka. Julian dan Chintya melangkah keluar lebih dulu. Di depan pintu utama rumah sakit, mereka menunggu mobil jemputan keluarga Kingsley. Sementara itu, Selena berdiri di pinggir jalan sambil terus melihat jam di ponselnya, menunggu taksi online yang belum juga datang. “Astaga… cepatlah datang. Kalau aku telat lagi, supervisor pasti marah besar…” Ia menggigit bibir cemas. Sebuah mobil Toyota Alphard hitam berhenti tepat di depan pintu utama rumah sakit. Sopir pribadi segera turun dan membukakan pintu untuk Julian dan Chintya. “Tuan Muda, mobil sudah siap.” Julian mengangguk singkat lalu masuk lebih dulu tanpa menoleh. Chintya tersenyum puas, merapikan rambutnya sebelum ikut masuk ke dalam mobil. Dari kejauhan, Selena tanpa sengaja melihat pemandangan itu. Ia menatap mobil mewah tersebut sejenak. “Benar-benar dunia yang berbeda…” batinnya pelan. Tak lama kemudian. Ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk dari sahabat sekaligus rekan kerjanya. Selena langsung membukanya. Pesan Sel! Cepetan ke kantor! CEO perusahaan yang baru sudah datang. Katanya orangnya super disiplin dan perfeksionis. Jangan sampai telat, bisa-bisa kamu langsung dipecat! Mata Selena langsung membelalak. “Apa?! CEO baru datang hari ini?!” Wajahnya seketika panik. “Astaga… habislah aku!” Ia buru-buru melihat jalanan, berharap taksinya segera datang. “Kenapa sih hari ini semuanya terasa seperti mau menghancurkan hidupku…” Selena mondar-mandir kecil sambil menggigit bibir gelisah. Sebuah taksi akhirnya berhenti di depan Selena. Tanpa membuang waktu, ia segera membuka pintu dan masuk dengan tergesa. “Pak, tolong cepat ke Kingsley Group. Saya sudah sangat terlambat!” Sopir taksi mengangguk. “Baik, Mbak. Saya usahakan secepat mungkin.” Mobil pun melaju membelah jalanan kota. Selena duduk gelisah sambil terus melihat jam di ponselnya. Tangannya menggenggam tas erat, sementara pikirannya dipenuhi kecemasan. “Jangan sampai Tuan Muda Kingsley memecatku… tamatlah karierku kalau sampai itu terjadi,” batinnya panik. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri. “Baru saja menjalani prosedur penting, sekarang harus menghadapi CEO baru yang terkenal galak. Tuhan, apakah hari ini memang hari untuk mengujiku?” Ia menyandarkan kepala sejenak ke kursi taksi. Bayangan pria dingin yang tadi ditemuinya di rumah sakit tiba-tiba muncul di pikirannya. Tatapan tajam itu… wajah tampan itu… dan jantungnya yang berdebar aneh saat mereka bersentuhan. Selena langsung menggeleng cepat. “Kenapa aku malah memikirkan pria menyebalkan itu? Fokus, Selena! Fokus!” Tak lama kemudian, gedung megah Kingsley Group terlihat dari kejauhan. Gedung tinggi dengan desain mewah itu berdiri gagah di pusat kota tempat Selena bekerja sebagai karyawan magang. Selena akhirnya sampai di lobby gedung Kingsley Group dengan napas masih terengah. Ia buru-buru merapikan rambut dan pakaiannya sambil berjalan cepat menghampiri sahabatnya, Tiara, yang sudah berdiri di antara para karyawan lain. Semua orang tampak berkumpul rapi untuk menyambut CEO baru mereka. Tiara langsung menarik tangan Selena. “Syukurlah kamu datang tepat waktu! Cepat, berdiri di sini!” Selena menghela napas lega. “Untung aku masih sempat. Aku pikir hari ini benar-benar jadi hari terakhirku bekerja.” Tiara menatapnya tajam. “Kalau kamu benar-benar telat, mungkin sekarang kamu sudah diminta angkat kaki.” Selena menelan ludah. “Jangan bilang begitu, aku masih ingin hidup tenang…” Tiara melirik ke arah pintu utama. “Belum datang, kan? Berarti masih aman.” Selena ikut melihat ke depan. “Iya… semoga saja—” Kalimatnya terhenti. Sebuah mobil Toyota Alphard hitam mewah berhenti tepat di depan lobby perusahaan. Suasana mendadak menjadi hening. Semua mata tertuju ke sana. Pintu mobil terbuka. Julian turun lebih dulu dengan setelan jas hitam yang membuat auranya semakin dingin dan berwibawa. Di sampingnya, Chintya turun dengan gaun elegan sambil menggandeng lengannya. Bisik-bisik para karyawan langsung terdengar. “Itu Tuan Muda Kingsley…” “Dan wanita itu pasti calon istrinya…” “Mereka benar-benar pasangan yang serasi.” Selena yang awalnya hanya melihat biasa, mendadak membelalak. Tubuhnya membeku. “Astaga…” Matanya menatap lurus ke arah Julian. “Bukankah itu pria menyebalkan yang tadi menabrakku di rumah sakit?!” Jantungnya kembali berdebar tidak karuan. Wajah tampan itu tatapan dingin itu.Tidak mungkin salah. “Itu benar-benar dia…” Selena refleks menunduk, berharap pria itu tidak mengenalinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD