Bab 40

687 Words

Lantai ruangan masih bergetar pelan setelah dentuman tadi. Debu jatuh dari langit-langit, lampu strobo merah berkedip tanpa jeda, dan suara alarm menusuk telinga. Alena merangkak pelan, masih mencoba memulihkan napas. Tangannya mencari pegangan di meja pengawasan untuk bangkit. Siku tangannya memar, dan lututnya seperti dihantam palu ketika ia terjatuh. Semua monitor depan menampilkan kekacauan: kamera lorong dipenuhi petugas berlari, beberapa terjatuh karena ledakan. Asap mulai masuk dari ventilasi. Pria berjas hitam—yang sejak tadi mengawasinya—juga terdorong akibat ledakan, tapi cepat kembali berdiri. Ia menepuk jasnya, lalu menekan tombol pada alat komunikasi di pergelangan tangan. “Unit Delta, laporkan posisi.” Suara dari radio terdengar rusak. “Kami terdesak! Mereka bukan unit b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD