Bab 52

1115 Words

Matahari semakin tinggi saat gelombang kenikmatan terakhir mereda. Nafas Iroh dan Dimas masih tersengal-sengal, d**a mereka naik turun beriringan. Tubuh Iroh terasa lemas, meleleh di atas tumpukan pakaian yang berserakan di atas hamparan daun pisang kering. Dimas di sampingnya, satu tangan masih melingkar di pinggang Iroh, jari-jarinya sesekali membelai kulitnya yang basah oleh keringat. Untuk beberapa saat, mereka hanya terdiam. Menikmati keheningan pasca gelombang kenikmatan reda. Hanya suara angin yang berdesir di dedaunan dan kicau burung di kejauhan yang menemani. Dimas menoleh. Matanya bertemu dengan mata Iroh. Tatapan mereka bertaut, tanpa kata, tapi penuh makna. Ada kerinduan yang terbayar, ada luka yang mulai mengering, ada cinta yang masih menyala. Iroh tersenyum kecil. Dimas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD