"Sekalipun aku kehilangan nyawaku, aku yakin kamu pasti tidak akan bisa memiliki Om Bram." Ucap Dinda dengan pedasnya membuat amarah Rasti semakin menjadi. Rasti merasa diremehkan oleh anak bau kencur seusia anaknya, yah, Rasti menganggap Dinda masih bau kencur. Rasti langsung melayangkan pisau tajam yang sejak tadi ada di genggaman nya tepat di perut Dinda. Namun, belum sampai pisau mendarat di perut sesuai niat Rasti, terdengar suara tembakan yang menggema di ruangan itu hingga membuat Dinda yang tengah memejamkan mata mau tidak mau harus membuka matanya. Dinda menatap tangan Rasti dengan mata membola kaget saat melihat tangan yang sedang memegang pisau terkenal belati. Rasti yang merasakan sesuatu yang menembus di lengannya seketika melepaskan genggaman pisau di tangannya. Dengan perlah

