Di dalam restoran sudah diatur meja-meja persegi cukup besar yang diputari 6 kursi di setiap mejanya. Terlihat Yudhistira melambaikan tangan dari satu meja yang masih kosong, dia masih hanya sendiri di sana. Memang baru beberapa orang saja yang memasuki restoran. Dan terus berdatangan mulai menempati meja-meja. Rayya tersenyum, membalas lambaian tangan Yudhis. Namun Sabrina berjalan riang, mendahului Rayya, dia langsung menggeser kursi di sebelah kanan Yudhis dan duduk di sana. Saat Rayya datang, Yudhis membantu menggeserkan kursi di sebelah kirinya, Rayya duduk di sana. Sabrina melihat itu dan kedua bola matanya diputar dengan malas. Seorang produser dari tim dua, yang melihat Rayya, ikut bergabung di meja mereka. “Hai Mbak Rayya, saya dengar tim satu lagi ada proyek film besar ya? Pak

