Dina bergerak menuju hotel tempat Adi Putra, sang papa, menginap. Tepat saat berada di depan kamarnya, pintu terbuka. Dua orang asing keluar dari dalamnya bersama staf papanya. Dina hanya tersenyum. "Bapak sudah menunggu, silahkan buk," jawab staf nya tersebut yang kemudian pergi bersama dua orang asing tersebut. Dina pun masuk ke dalam kamar papanya, "Siapa mereka? Darimana mereka?" "Bukan urusanmu," Adi Putra menegaskan. "Duduk dulu." Dina menarik nafas panjang. Kata 'bukan urusanmu' jadi dua kata yang membuatnya terganggu. Setelah Banyu, sekarang papanya bicara hal yang sama kepadanya. Meski untuk dua hal yang berbeda. Ia memasang ekspresi masam. Kesal rasanya. Adi sudah bisa membaca kalau ada kemarahan di diri Dina. Tapi ia hanya mengabaikan kekesalan putrinya it

